Bertawakkal Selain Dpd Allah

Oleh sba a.k.a melukut
2002-08-20 14:38:41

Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/server/mymasjid.net.my/modules/articles/article.display.php on line 51
Satu dpd perkara yg meruntuhkan atau membatalkan syahadah ialah bertawakkal dan bergantung kpd selain dpd Allah SWT, berdasarkan firman Allah SWT: AlMaaidah:23

maksudnya: "Dan hanya kpd Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar2 orang2 yg beriman."

Tawakkal bukanlah bererti meninggalkan kerja, malah Allah SWT menyuruh kita dua perkara dlm hal ini, pertama memerintah kita bekerja; dan kedua jgn kita meletakkan pergantungan hidup kpd pekerjaan itu. Ia menyuruh kita beriman bahwa Dialah yg memberi rezekinya. Ia menyuruh kita berubat dgn syarat kita pastikan bahwa yg menyembuhkan ialah Dia. Ia menyuruh kita mencari segala sebab dgn syarat meletakkan tawakkal kpd-Nya. Sesiapa yg berusaha dgn tak bertawakkal kpd-Nya, ia telah mencacatkan salah satu syarat tadi, sebalikanya org yg bertawakkal kpd Allah SWT tanpa daya usaha juga telah mencacatkan satu syarat.

Bergantung dgn sebab2 tapi lupa bahwa Allah SWT lah yg mengizinkan, adalah Maksiat. Bergantung kpd sebab2 disamping mendakwa tidak ada hubungan dgn Allah SWT adalah Syirik, yg meruntuhkan syahadah.

"dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar." AlAnfaal:17

"Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." AlImran:126

"Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kukuh." AdzDzaariyaat:58

" dan apabila aku sakit.Dialah Yang menyembuhkan aku," AsySyu'ara:80

Mestilah kita percaya bahwa Allah SWT telah menjadikan sebab musabab di dunia ini adlh mempunyai fungsi dan mestilah dipercayai bahwa Allah SWT lah yg menjadikan sesuatu itu.

[batas2 Iman & Kufur ; utz Sa'id Hawa]

----

Tiap-tiap manusia hendaklah hidup dengan berikhtiar dan bekerja dengan sedaya-upayanya sambil bertawakkal dan berdoa. Tawakkal bererti mewakilkan nasib diri dan nasib usaha kita kepada Allah, sedang kita sendiri tidak mengabaikan usaha dan tenaga kita dalam usaha itu. Kemudian hendaklah diyakinkan bahawa penentuan terakhir berada pada kekuasaan Allah SWT. Dialah yg Maha Kuasa, maka semangat tawakkal yg sebenar dan doa yg ikhlas mempunyai peranan yg penting, sedangkan doa yg ikhlas adalah makbul menurut janji-janji Allah. Dalam alQur'an banyak ayat-ayat yg menganjurkan supaya manusia berdoa dan bertawakkal. Begitulah jalan dan hukum Tuhan.

[Manusia & Islam by Prof Dr Harun Din]


Ada atau tidaknya aku di sini serupa saja...

Diskusi

Komen anda
webmaster@mymasjid.net.my