Memberi nasihat kepada golongan AWB adalah seumpama memberikan bunga kepada kera. (Atau lebih teruk lagi). Kera itu mengambil bunga, dikoyak-koyakkannya, malah disapunya bunga itu pada buntutnya kadang-kadang!
Ibnu Hubaiq rahimahullah telah berkata: Telah menerangkan Yusuf bin Asbaat rahimahullah: IDZAA RO-AITA AR-ROJULA QOD ASYIRO-WA-BATIRO FALAA TA'IZHU FA LAISA LIL'IZOTIFIIHI MAUDHI'UN!!! [pengertiannya kira-kira: APABILA ANDA TELAH MELIHAT LELAKI YANG SESUNGGUHNYA TELAH ASYIRO-WA-BATIRO, MAKA JANGANLAH ANDA MEMBERIKAN MAU'IZOH/NASIHAT KEPADANYA, LANTARAN BAGI MAU'IZOH ITU (ATAU NASIHAT ITU) PADA (DIRI)NYA TIADA SUATU TEMPAT PUN!!!]
Begitulah petikan (terjemahan kasar) dari Sifah As-Sofwah, susunan Al-Imam Al-'Aalim Jamaaluddin Abil Faroj Ibnu Al-Jauziyy rahimahullah, mujallad 4, halaman 264.
Suatu persoalan yang penting...
ADAKAH DIRI KITA SENDIRI (TERMASUK SAYA YANG BERBICARA INI) TERMASUK GOLONGAN AWB? SAYA MERASAKAN YA! Itulah sebabnya agaknya mengapa hati kita tidak bisa menerima nasihat dan kebenaran!
Apa kata antum pula?
Wallahu A'lam. Semoga kita sama-sama mengambil i'tibaar... Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alfaqiiru ilallah.
MUFRODAAT:
- [1] ASYIRO: bersukaria (berhiburan) sampai melewati batas-batas Islamiyyah, mengkufuri nikmat Allah SWT, sombong.
- [2] WA: dan.
- [3] BATIRO: menyalahgunakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT, meremehkan nikmat-nikmat Allah SWT, tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT, menyombongi dan tidak menerima haq.
- [4] Golongan ASYIRO-WA-BATIRO (AWB) adalah golongan yang mempunyai sifat atau sifat-sifat yang tersebut dalam [1] dan [3] di atas.
