Mafhum firman Allah s.w.t:
"Di antara kamu ada orang yang menghendaki DUNIA dan di antara kamu ada orang yang menghendaki AKHIRAT." (Aali `Imraan: 152)
Di sini jelas sekali Allah s.w.t membahagikan kita kepada dua kelompok:
- KELOMPOK A: Mereka yang inginkan DUNIA (man yuriidudDUNYAA).
- KELOMPOK B: Mereka yang inginkan AKHIRAT (man yuriidul AAKHIRAH).
Kira-kira sebulan dua yang lalu, saya berpeluang mendengar penerangan daripada seorang kiyai yang masyhur di Jawa Timur. Beliau ialah Pak Kiyai Hj. Hudzairan, Mudir Pesantren Al-Falah, Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur, Indonesia. Beliau menerangkan bahawa tanda-tanda atau ciri-ciri mereka yang termasuk dalam Kelompok B ialah... saat bangunnya dari tidur teringatkan akhirat, saat pergi ke bilik air teringatkan akhirat, saat pakai baju teringatkan akhirat, saat minum pagi teringatkan akhirat, saat pakai kasut teringatkan akhirat, saat keluar rumah teringatkan akhirat, saat berjalan teringatkan akhirat... di mana-mana dan kapan pun jua berada teringatkan akhirat... saat kembali ke rumah teringatkan akhirat, saat bersama keluarga teringatkan akhirat, saat nak tidur teringatkan akhirat; cara tidurnya pun menggambarkan orang yang menjalani jalan akhirat... sehinggalah bangun tidur kembali juga teringatkan akhirat... pendek kata seluruh kehidupannya penuh dengan perbekalan akhirat.
Sementara tanda-tanda atau ciri-ciri mereka yang termasuk Kelompok A pula adalah SEBALIKNYA... dari bangun tidur, pergi ke bilik air... sehingga tidur lagi... semuanya teringatkan DUNIA.
Agak-agaknya kita ini tergolong dalam kelompok mana? Kalau sudah termasuk Kelompok B, syukur alhamdulillah... Saya yakin yang saya masih berada dalam Kelompok A... jadi, nampaknya terpaksalah saya berusaha keras supaya dapat masuk Kelompok B, atau sekurang-kurangnya sedang menghala ke kelompok ini.
Ibnu Mas`uud r.a., seorang sahabat yang ternama, pernah berkata:
"Man araada dDUNYAA adhorra bil AAKHIRAH, wa man araada al AAKHIRATA adhorrabidDUNYAA; yaa qaumi, fa adhirruu bil FAANII lil BAAQII."
Mafhumnya:
"Sesiapa yang menghendaki DUNIA, maka dia telah memudhoratkan (merosakkan) AKHIRATnya, dan sesiapa yang menghendaki AKHIRAT maka dia telah memudhoratkan DUNIAnya; wahai qaumku, lantaran itu hendaklah kamu semua memudhoratkan yang FAANII (FANA / DUNIA) untuk mendapatkan yang BAAQII (KEKAL / AKHIRAT)."
Dari keterangan Al-Quran dan sahabat di atas, jelaslah bahawa DUNIA dan AKHIRAT tak pernah bertemu, tak pernah sehati dan sejiwa... dengan lain perkataan, tak pernah ngam!
Kesimpulannya, terserahlah kepada kita jalan mana dan kelompok mana yang hendak kita jadikan sasaran, wawasan dan matlamat hidup kita. Semoga Allah s.w.t sentiasa merahmati kita dengan melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya sehingga ke akhir hayat kita. Wallahu A'lam. Semoga sama-sama kita mengambil i'tibar... Wassalaamu`alaikum wrb.
