Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in
/home/server/mymasjid.net.my/modules/articles/article.display.php on line
51
Assalamua'laikum wbt.
Sabtu lepas, kami ziarah seorang ustaz yang sangat kami kasihi dan hormati. Dalam kesempatan yang pendek bersamanya, kami minta beliau berikan nasihat kepada kami yang hadir. Agak pendek tetapi padat nasihatnya yang saya kira setiap yang hadir merasai hingga ke lubuk hati, untuk dilaksanakan.
Antara nasihatnya, "Sahabat-sahabat nabi dulu, bila mereka bertemu atau berziarah antara satu sama lain, mereka minta sahabat mereka berikan
nasihat dan tazkirah untuk mereka. Kebiasaannya, sahabat-sahabat nabi saw akan mengajak sahabat yang hadir agar bertaqwa kepada Allah."Inilah juga
ajakan ustaz tersebut kepada kami. Bertaqwalah atas dorongan iman yang ianya akan menjadi pedoman, penyuluh, benteng maksiat serta memandu kehidupan kita.
Ketaqwaanlah yang menghalang kita dari melakukan maksiat. Di mana maksiat
itu banyak memberi kesan yang buruk sepertimana yang akan kita nyatakan di bawah ini:-
1. Banyak mendapat kesulitan.
Orang yang tidak bertaqwa akan mendapat kesukaran dalam berbagai urusannya. Kehidupannya banyak menemui kesulitan, jalan buntu dan jalan penyelesaian yang serba sulit.
2. Kegelapan dalam hatinya.
Kegelapan dalam hatinya akan sungguh-sungguh ia rasakan seperti gelap pekatnya malam. Bila ia diberi petunjuk, maka kegelapan maksiatnya itu masuk menutupi hatinya. Berkata Abdullah bin Abbas, "Sesungguhnya untuk kebaikan itu ada cahaya pada wajah, sinar pada hati, kelapangan pada rezeki dan kekuatan pada badan serta kecintaan di hati banyak orang terhadap dirinya. Adapun pada perbuatan buruk terdapat warna hitam pada wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan badan, kekurangan rezeki dan rasa benci kepadanya di hati banyak orang."
3. Melemahkan hati dan badan.
Orang mukmin itu kekuatannya terletak pada hati. Bilamana hatinya kuat, badannya pun menjadi kuat. Sedangkan orang yang jahat dan penuh dengan maksiat, walaupun badannya kuat, namun hatinya paling lemah. Bayangkan, kekuatan badan orang-orang Persia dan Romawi dapat dihancurkan oleh orang-orang mukmin dengan kekuatan hati yang kuat imannya kepada Allah.
Allahua'lam. Wassalam.
Bila Bercinta Kerana ALLAH, Berpisahnya Tak Gelisah, Bila Rindu Kerana Yang SATU...
Sent to mailing list : 8/13/2004 4:39:44 AM
Diskusi